Description
Judul Buku : Katolik Papua – Tanah Papua Damai, Rakyat Papua Bahagia
Penulis : Yakobus Dumupa
Tebal Buku : 304 hlmn
Ukuran Buku : 14 x 21
ISBN : Dalam Proses Pengurusan
Sinopsis:
Di banyak kampung di Tanah Papua, Gereja Katolik tiba lebih dahulu daripada negara: sekolah pertama didirikan misi, klinik pertama dibuka misi, dan ketika seseorang ditangkap atau diusir dari tanahnya, yang pertama didatangi keluarganya sering kali bukan kantor polisi, melainkan pastoran. Namun rakyat yang dilayani itu hidup di provinsi-provinsi termiskin di Indonesia, tanahnya berpindah tangan atas nama pembangunan, dan kekerasan yang menimpanya jarang diselesaikan. Dari kenyataan itu lahir pertanyaan buku ini: apa yang dituntut dari Gereja yang dipercaya sebesar itu?
Jawabannya dinyatakan sejak halaman pertama. Gereja Katolik di Tanah Papua wajib imparsial — tidak menjadi alat partai, pemerintah, perusahaan, atau golongan mana pun — tetapi tidak boleh netral, sebab di hadapan penderitaan, diam pun sebuah pilihan. Pendirian itu diuji sepanjang dua puluh dua bab dengan ukuran yang diambil dari khazanah Gereja sendiri: Kitab Suci, ajaran Konsili, ensiklik, Ajaran Sosial Gereja, dan Kitab Hukum Kanonik.
Buku ini bergerak dari kehadiran ke keberpihakan. Mula-mula diperiksa untuk apa Gereja ada di Tanah Papua, riwayatnya sejak 1894, dan wajahnya hari ini: lima keuskupan, sekitar 537.000 umat, serta jaringan sekolah dan klinik sampai ke kampung terjauh. Sesudah itu diletakkan dasarnya dalam Kitab Suci dan ajaran sosial Gereja. Intinya menyebut empat luka Tanah Papua satu per satu — peminggiran, kegagalan pembangunan, sejarah dan status politik, serta pelanggaran hak asasi manusia — bersama perkara yang tidak tercakup di dalamnya: kerusakan tanah dan hutan, ancaman terhadap kelangsungan hidup orang asli Papua, pertikaian sesama orang Papua, dan kegagalan Gereja sendiri. Setiap luka ditutup dengan pertanyaan yang sama: apa yang harus dikerjakan Gereja atas luka ini? Bagian-bagian berikutnya membicarakan inkulturasi dan peran umat, kerja sama antargereja dan antaragama, jalan dialog Papua Tanah Damai, serta kebahagiaan yang dijanjikan Injil; lalu delapan langkah beserta ukuran keberhasilannya, pemeriksaan atas rumah Gereja sendiri — uang, tanah, dan kuasa yang dipegangnya — dan seruan pertobatan kepada gembala sekaligus umat. Buku ini ditutup dengan pertanyaan yang menjadi judulnya: masih adakah damai dan bahagia di Tanah Papua?
Seluruh bahannya berasal dari riset kepustakaan — dokumen Gereja, data lembaga resmi, laporan lembaga pemantau, dan pemberitaan media — yang disebutkan dalam 389 catatan kaki dan berlaku sampai September 2026. Ditulis sebagai buku ilmiah populer, bahasanya ditujukan kepada umat di paroki, katekis di kampung, mahasiswa, dan siapa saja yang tidak pernah belajar teologi. Pokoknya menyangkut semua orang yang tinggal di Tanah Papua, apa pun agamanya.






Reviews
There are no reviews yet.