Description
Judul Buku; Indonesia Federal – Negara Kesatuan Sudah Gagal
Penulis; Yakobus Dumupa
Jumlah Halaman : 381
Ukuran Buku; 14 x 21
Penerbit: Ikan Paus
ISBN: Dalam Proses Pengurusan
Sinopsis:
Buku ini mengusulkan agar Indonesia mengubah bentuk negaranya dari kesatuan menjadi federal, dan mengerjakan usul itu sampai kepada bunyi pasal yang diusulkan. Dakwaannya satu kalimat: kewenangan yang dipegang daerah bukan miliknya melainkan pinjaman, dan pinjaman dapat ditarik kembali kapan saja oleh yang meminjamkan. Dua puluh lima tahun otonomi daerah dipakai sebagai buktinya, tanpa membedakan pulau maupun partai yang berkuasa. Naskah disusun dalam enam bagian dan dua puluh dua bab, dibuka Pendahuluan dan ditutup Penutup, dengan tebal xvi + 368 halaman pada ukuran 14 × 21 sentimeter.
Bagian pertama, Kekuasaan yang Menumpuk di Jakarta, memuat lima bab tentang keputusan daerah yang harus menunggu ibu kota, pengertian federalisme, uang negara yang naik ke pusat dan turun sebagai pemberian, penarikan kembali otonomi 1999, serta nama, bahasa, dan tanah adat yang ikut ditarik. Bagian kedua, Ongkos Konflik dan Akar Federalisme, memuat dua bab yang menelusuri lima daerah yang lukanya belum sembuh — Aceh, Tanah Papua, Maluku, Riau, Kalimantan Timur — lalu membuktikan dari risalah 1945 bahwa gagasan federal dibahas para pendiri republik sendiri. Bagian ketiga, Pelajaran dari 1949 dan Negara Lain, memuat tiga bab tentang kegagalan Republik Indonesia Serikat, alat-alat yang memelihara kesatuan selama lima puluh tahun, dan lima federasi yang bertahan: India, Swiss, Jerman, Malaysia, Australia.
Bagian keempat, Alasan Federasi dan Peta Negara Bagian, memuat tiga bab yang menjawab mengapa federasi dan mengapa bukan jalan lain, menetapkan empat dasar penarikan batas, lalu menyusun dua puluh lima negara bagian beserta alasan tiap garisnya. Bagian kelima, Susunan Pemerintahan Federal, memuat enam bab tentang pembagian urusan, tujuh perkara di luar daftar kewenangan, keempat daerah berkedudukan khusus yang sudah dimiliki Indonesia, pembagian uang negara, kamar kedua yang berwenang memutus, dan sejauh mana negara bagian boleh berbeda-beda. Bagian keenam, Keberatan dan Jalan Perubahan, memuat tiga bab yang menghadapi empat belas keberatan, menguraikan tiga tahap perubahan yang ditempuh di dalam hukum yang berlaku, dan menutup dengan apa yang dapat dikerjakan pembaca yang tidak memegang kekuasaan.
Kekhasan buku ini terletak pada kedudukan penulisnya, pada kelengkapan rancangannya, dan pada cara ia memperlakukan bantahan. Yakobus Dumupa pernah berada di dalam susunan yang kini didakwanya — Anggota Majelis Rakyat Papua (2012–2016) dan Bupati Dogiyai (2017–2022). Kepustakaan federalisme di Indonesia hampir seluruhnya berhenti pada tingkat gagasan dan perbandingan; buku ini membawanya sampai kepada peta, angka, dan rumusan pasal. Empat belas keberatan disusun dalam bentuk sekuat-kuatnya sebelum dijawab, dan satu di antaranya diakui tidak memiliki jawaban.






Reviews
There are no reviews yet.